writing article for money, writing article for fun

Tahun Baru, Pemahaman Baru

Oleh : Harmen Batubara

Kehidupan itu memang dinamis, dia bergerak sesuai hukum alam (hukum Tuhan) dan akan memberikan segalanya, selama itu dilakoni sesuai dengan pakemnya (baca professional) serta tidak mempertentangkannya. Idealnya memang, gerak perubahan itu diarahkan atau disiasati agar sesuai dengan yang diinginkan, apalagi kalau hal itu bisa di komunikasikan dengan Tuhan sebagai sang pemilik dari kehidupan itu sendiri. Maka keberhasilan itu bisa menjangkau dunia – akhirat. Tapi di ujung semua upaya asa itu, ada yang percaya sesungguhnya semua skenario sudah final, yang ada tinggallah kemampuan untuk menjalaninya sesuai dengan skenario yang sudah ada; peran upaya di dalamnya hanyalah sebatas asa memberi makna, keberhasilan dan kegagalan itu sesungguhnya beda-beda tipis saja, sama dengan kemarin, dan besok adalah hari ini. Kalau takdirmu jadi kerbau, maka jadilah sebagai kerbau yang bahagia dunia akhirat. Meski dengan segala asa dan upaya kau bisa jadi seekor singa, tapi yakinlah kau tidak akan pernah jadi singa sungguhan, meski jadi singa yang cacat sekalipun.
Suatu hari sang Malaikat heran melihat seorang hamba menangis dan meratapi nasibnya, setelah sang malaikat meneliti, ternyata sang hamba itu adalah seorang waria, maka menyapalah sang malaikat. Wahai waria yang baik, kenapakah kau begitu emosional akan cita-citamu untuk jadi seorang wanita? Apakah menurutmu, alam sudah salah alamat atau lalai dalam menetapkan gendermu? Maaf ya, aku tidak akan memberikan kau wejangan, tapi berpikirlah dengan jernih, dengan segala upaya, kau pasti bisa menemukan cara, dan pasti berhasil untuk menjadi seorang wanita yang “sempurna”, tetapi itu melawan kodratmu sendiri. Kebahagiaan yang kau dapatkan adalah kebahagiaan seorang wanita yang bukan milik wanita sungguhan. Ibarat Petruk dadi Ratu, hanya akan membawa malapetakan bagi lingkunganmu sendiri. Tetapi semua itu, terserah padamu. Dunia ini diciptakan olehNYA semata bagi hamba-hambanya. Ga peduli hamba itu mulia atau durjana. Kau bebas menentukan jalan hidupmu sendiri. Salam..dan malaikat itu berlalu..dengan memohon pada Tuhan..agar memberikan jalan yang baik..bagi hambanya tersebut.
Pemikiran seperti inilah yang mendasari para pebisnis mensiasati kondisi mereka dengan konsep Re-enjinering, hal mana dimaksudkan bukan hanya sekedar suatu perubahan dari akumulasi perbaikan demi perbaikan “ continuous improvement “ tetapi bila perlu lebih cenderung ke arah suatu lompatan besar, guna menyesuaikan dengan perubahan itu sendiri. Mencegat peradaban itu sendiri. Bisakah perubahan itu dicegat di ujungnya? Kita tidak perlu melakukan penangkaran bibit dengan segala dinamikanya. Tapi cukup beli bibit yang terbaik yang pernah di hasilkan oleh penagkaran bibit nomor satu di Dunia. Bisa saja kan? Sama halnya, anda dapat saja membeli mobil formula-1 dan mengoperasikannya. Meski pada ujungnya akan menciptakan ketergantungan yang luar biasa. Apakah hal seperti itu baik atau tidak anda bisa menilainya sendiri. Yang sering terjadi, bukan saja tidak adanya usaha-usaha perbaikan dalam mensiasati kehidupan itu sendiri, akan tetapi malah sama sekali tidak berusaha memelihara prosesnya dengan baik. Semua prose situ tidak pernah terarsipkan dengan benar. Sebagai hasilnya kita menjadi bangsa “pelupa”, yang tidak bisa melakukan evaluasi. Kalaupun ada evaluasi, sama sekali atau nyaris tidak bunyi. Kondisi Inilah sebenarnya sebagai pangkal kemiskinan, yang membiarkan proses dialektika itu berhenti. Inilah penyakit yang membawa manusia menjadi hanya sekedarnya, bankrut dan melarat. Pasrah bongkokan dalam kebodohan. Anda pasrah..ya tetapi setelah,.semua jurus upaya dan asa telah anda lakukan secara maksimal. Dan berbahagia dengan segala hasil yang jadi perolehan..sebab itu memang sudah bagian dari..skenario..dari diri sendiri.
Hidup harus memanfaatkan akal sehat, lebih lagi jangan sampai melupakan makna dari suatu proses. Sebab pada proses itulah sesungguhnya..terletak perpaduan, teori, akal, intuisi, doa dan harapan. Kalau semua itu dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan maka sesungguhnya di sanalah terletak kebahagiaan itu. Sebab dipercaya proses seperti inilah yang telah lama hilang dari budaya kita..kita ingin semuanya serba instant dan ga peduli pada proses yang baik. Kenyataan inilah yang memerosokkan banyak orang, cari jalan pintas..korupsi. Chin Ning Chu penulis the Asian mind game, mengutarakan bahwa segala sesuatunya itu sudah ada desainnya, menurut dia tidak ada yang terjadi di dunia ini secara kebetulan, secara ujuk-ujuk, bahkan sehelai daun yang jatuhpun harus terlebih dahulu punya izin dari sorga Sayang selama ini kita selalu lalai pada nikmatnya proses.

BUTUH TALENTA
Para pebisnis atau praktisi bisnis seperti Robert Kiyosaki melihat upaya mendapatkan penghasilan atau malah membuat usaha yang mampu menghasilkan uang yang baik sebenarnya tidaklah susah. Berbuat sesuatu untuk memperoleh penghasilan yang layak atau banyak sebetulnya tidaklah sulit. Ibarat menanam pohon, kalau ada lahan, ada bibit dan ada pupuk maka prosesnya pastilah pertumbuhan. Kalau lahan sudah diolah, dikondisikan serta diberi gulma atau pupuk dan kemudian ditanam diatasnya bibit yang baik maka yang terjadi adalah pertumbuhan yang wajar. Ini adalah proses alam dan ini adalah hukum Tuhan. Percayalah Tuhan akan memberikan restunya berupa panen yang menggembirakan. Tapi jangan lupa, pada saat besok pagi kau akan memanen, bencana bisa datang seketika; jangankan panen malah harta benda yang sudah adapun dapat sirna seketika. Karena itu kau juga harus mengamankan aset-asetmu.
Hiduppun tidak obahnya seperti itu. Tetapi anehnya, tidak semua orang mengerti dan mau memperhatikan proses ini. Dan jangan lupa banyak orang yang tidak peduli dengan proses serta hal-hal seperti itu. Kecenderungannya adalah, mereka olah lahannya dengan alat seadanya, tanam bibitnya, serta tidak pernah mempertanyakan kualitasnya. Malah mereka tahu bahwa mereka hanya sekedar melakukannya karena memang harus demikian, karena kalau tidak mereka lakukan berarti mereka dicap sebagai pemalas. Sejatinya, mereka melakukan sesuatu itu hanya begitu saja, tanpa suatu upaya sunguh-sungguh. Intinya banyak pekerjaan itu dilakukan hanya demi sekedar memperoleh kesan atau citra saja yakni agar bisa diterima oleh lingkungannya.
Kalau nanti hasilnya tidak maksimal, bagi mereka hal seperti itu biasa saja. Sama halnya dengan kemiskinan itu sendiri; miskin adalah jalan hidup dan tidak ada yang perlu dipermasalahkan. Padahal kemiskinan itu sendiri, sangat mudah menghindarinya, anda tidak perlu punya banyak uang, tidak perlu harus pintar, yang perlu anda lakukan adalah melakukan sesuatu dengan benar. Tapi sayangnya semua itu tidak pernah terpikirkan, kita hanya jadi sekedarnya saja, tanpa niat dan tanpa cita-cita. Malah sering, kita mematikan cita-cita kita sendiri. Sayangnya ritme kehidupan seperti itu boleh dikatakan hampir dilakukan semua orang, tak banyak yang orang yang dengan sangat serius mempersiapkan hidupnya. Anehkan ? Hidup kok dibiarkan dan seperti di sia-siakan.
Kalau kita menangkap esensi tulisan diatas, sebenarnya perlu kita lihat pada cara hidup kita, apakah ada yang bermasalah; mungkin penyebabnya karena kita tidak mendefenisikan Tujuan kita secara detail dan karenanya kita merasa kita tidak perlu melakukan pekerjaan kita secara professional. Selama ini kita menekuni pekerjaan itu, karena kita diberikan pekerjaan seperti itu. Dari awal kita memang tidak pernah mendesain hidup kita untuk jadi apa, dan kalaupun pernah, ya sekedarnya saja, dan tidak pernah diikuti oleh upaya yang sungguh-sungguh. Kita hanya sekedar melakoni kehidupan itu, ibarat air yang mengalir, ikut ke mana saja. Kita memang punya izasah dan dengan izasah itulah kita menggantungkan nasib kita entah jadi apa; dan nantinya kita juga akan menerima pekerjaan apa saja. Tidak peduli apakah pekerjaan itu sesuai dengan keinginan kita, yang ada hanyalah melakoni hidup itu dengan rutinas yang ada. Kalau lingkungannya rajin, kita jadi rajin dan sebaliknya.
Kondisi lain yang kerap muncul adalah ketika kita sadar semuanya sudah terlanjur dan sudah sangat jauh. Katakanlah umur kita sudah diambang sore; ada semacam kecemasan bahwa kita bakal tidak mampu lagi untuk mengusung cita-cita kita yang semula.Terhadap fakta seperti itu, tak perlu berkecil hati. Yang penting pahamilah posisi atau kedudukan anda berada, lalu buat penyesuaian desain peta kehidupan anda yang baru. maka yang perlu disikapi adalah melakukan perubahan sesuai kebutuhan; tidak perlu menjadi terbesar dan “the best “ di bidang seperti itu, tetapi anda masih bisa mencari standar lain yang biasa tetapi anda kerjakan dengan sungguh-sungguh, dengan talenta. Yang perlu disikapi adalah, masih ada banyak kemungkinan; setidaknya anda masih punya kegembiraan, yakni semangat untuk berjuang itu sendiri. Nikmatilah prosesnya, jangan terpaku pada hasilnya saja. Karena proses itu seutuhnya milik anda sementara hasilnya ada pada otoritas yang Maha Kuasa.

One Response to “Tahun Baru, Pemahaman Baru”

  • harmen on January 3, 2010

    Mas Torik, ingatlah pesan Gus Dur, mikirin gitu saja kok repot…memang sih..ada kalanya kita ga habis pikir..tetapi memang hal-hal seperti itu mesti terjadi..dan sebenarnya itulah ..maknanya kita ada..minimal menyampaikannya seperti yang mas Torik tuliskan itu…meski upaya seperti itu …tergolong yang paling..belakang..

Leave a Reply

  • RSS Make Money Online

    • How to Make Your First Dollar on Businees Online May 15, 2012
      Are you looking for a home study course? Here your opportunity and read my review HERE. I can tell you that DotCom Secrets home study course create by Russell Brunson. I can say that this course is a proven, step-by-step system that holds you by the hand and walks you through every step to making your first dollar on the internet. In this course, he covers a […]
      harmen batubara
    • How To Write Articles that people want to read? May 9, 2012
      First and foremost, your title needs to include your keyword. This is an absolute must! Remember, writing for online article the very importance one is your keyword. You have to thinking about SEO that means your article should be provide you with keywords for each article. So, you need to find a creative way to fit it into the headline. You also need to mak […]
      harmen batubara
    • How to Make Money with Affiliate Marketing April 27, 2012
      Affiliate Marketing is a popular method of promoting web businesses in which an affiliate is rewarded for every visitor, subscriber and/or customer provided through his efforts. It is a modern variation of the practice of paying finder's-fees for the introduction of new clients to a business. Compensation may be made based on a certain value for each vi […]
      harmen batubara
  • RSS HarmenBatubara.com

    • Membersnap Review, Build Your Niche Membership Websites May 12, 2012
      We all know WITH MEMBERSHIP SITES it will give you incredible results and are a great source of residual monthly cash flow, and with Member Snap all the dream really come thru. Now the choice is yours. Ask yourself what kind of membership website you want to produce. What niche really that market need? Are you just copy your competitor and deliver more? What […]
      batubara
    • Get Cash For Surveys Review May 5, 2012
      Come inside, and you will find there are 288 Surveys available for you! Just join their GetCashForSurvey site, and you will see some of surveys waiting for you! If you need an additional income or extra cash, this is the opportunity! Especially if you love creative work and you are artistic enough, you will have the chance to express your opinion on several […]
      batubara